Sastra5 October , 2008 8:42 am

Doa

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku
kembali pada-Mu, menutup waktuku

Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum nyawa dalam tubuhku
Kau ambil, kembali pada-MU

Karna ku tahu, hanyalah pada diri-Mu
Tempatku mengadu, tempatku mengeluh
Di dalam do’aku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’a ku untuk-Mu

Sastra5 September , 2008 9:55 pm

Oleh : Hary Purnomo Hidayat

Sang Ibu pertiwi masih terkulai lemah, dan seakan sudah tak berdaya lagi
Kekuatan yang selama ini menghibur anak-anak bangsa mulai meredup
Tak ada senyum indah, tak ada tawa renyah dan tak ada pula tutur kata manis
Semuanya telah sirna dan pergi dalam kebisuan
Sang Ibu lemah karena marah.
Kekuatan marah yang telah berhari-hari dikeluarkannya membuat energinya hilang.
Aura keibuannya menjadi beku
Kenapa Sang Ibu Marah?
Apakah Sang Ibu lagi jengkel sama tetangga yang teganya mencuri hasil karya Sang Ibu?
Ataukah Sang Ibu memang lagi ingin marah?
Akhirnya terjawab sudah….

selanjutnya …

Jambore Nasional, Sastra22 August , 2008 1:21 am

indonesian art

Hari-hari Terus Berlalu
Tiada pernah berhenti
S’ribu rintang jalan berliku
Bukanlah suatu penghalang

Hadapilah segala tantangan
Mohon Petunjuk yang kuasa
Ciptakanlah Kerukunan Bangsa
Kobarkanlah, dalam dada
Semangat jiwa Pancasila…

Reff:
Hidup tiada mungkin…
Tanpa perjuangan,
Tanpa pengorbanan,
Mulia adanya
Berpegangan tangan…
Dalam satu cita…
Demi masa depan…
Indonesia Jaya

[song by Harvey Malaiholo]