Kegiatan7 January , 2009 6:02 pm

Dua hari ini saya menerima telfon dari teman-teman alumni Jambore Kebangsaan, waduh Bro Reza, Iyan, Harun dan yang paling rajin kirim SMS om Prama ;) wah pokoknya kangen untuk semuanya deh. Tak terasa hingga di pekan pertama di tahun 2009 kita belum saling menyapa, apalagi teman-teman yang lain … semoga kabarnya sehat semua deh.

Untuk teman-teman di Manokwari bagaimana kondisi terakhir, semoga tabah menghadapi ujian alam ya…, turut prihatin dengan bencana gempa yang terjadi…

Nah … nampaknya ada moment untuk teman-teman alumni berkumpul kembali, kebetulan kang Harun di kota Bandung sudah menggagas sebuah acara yang rencananya akan di gelar pada tanggal 29 Januari 2009. Themanya sudah pasti tentang nuansa kebangsaan dan silaturahmi alumni jambore. Oleh karena itu karena ini merupakan acara dari kita untuk kita, mohon kiranya teman-teman alumni Jambore kebangsaan untuk bisa hadir di acara tersebut.

Biar infonya lebih lengkap silahkan teman-teman menghubungi saudara Harun di 085721012385, mohon teman-teman untuk bisa melakukan registrasi sebelumnya ya …, Mudah-mudahan acara di awal 2009 ini dapat sukses

Jambore Nasional, Kegiatan25 September , 2008 1:53 pm

Hayo siapayang kemarin naik Hercules nyerobot giliran temen sendiri ..?? atau pas ngambil gelas coca cola di kantor gubernur pake acara rebutan …[ denger-denger gelasnya malah di umpetin lho ..]

Yup budaya antri memang sulit di praktekkan dalam tindakan keseharian masyarakat kita, pernah tidak anda melihat orang yang tidak mau antri di jalan raya … main serobot sana-sini dan berhenti didepan garis putih pada traffic light ?, … pernah tidak anda diserobot antriannya pada waktu mau mengisi BBM atau di toilet umum …??

Kadang pertanyaan itu muncul … merasa bersalahkah mereka saat menyerobot giliran or milik orang lain? Suasana menjelang Idul fitri seperti ini kita bisa melihat bagaimana budaya antri itu rendah …, apalagi musim mudik lebaran… nggak usah dari tempat-tempat umum dulu deh, mulai dari masjid-pun orang cenderung menyepelekan budaya antri, dari ngambil air wudlu sampai keluar masjid rebutan sandal …. duh malu dech !.

antri ya 

Nah … menjadi seorang rider ada positifnya karena etika antri menjadi prioritas utama safety riding, mana yang perlu di dahulukan dan mana yang harus kita dahului. Keberhasilan itu tentu tidak terlihat pada waktu riding groups, hanya saja pada waktu berjalan sendirian pola itu kelihatan membekas. Mudah-mudahan sih … bukan karena di sparkboard belakang ada stiker komunitas/club :) karena seorang rider selalu menjujung tinggi safety ride dan menjadi seorang yang smart rider ….

antri ya 

Di negara mana pun semua orang pasti pernah merasakan yang namanya antri. Dari antri di bank, di tempat pembayaran rekening, di loket rumah sakit, loket kereta api, di kasir supermarket, dsb. Biasanya kalau di tempat-tempat berupa kantor atau fasilitas umum di ruangan tertutup seperti itu orang cenderung tertib mengikuti arus antrian karena sudah ada pembatas yang menandakan jalur antrian. Tapi bagaimana dengan ruang terbuka, seperti di halte bis, peron kereta api ataupun pasar? Selama berpuluh tahun tinggal di Jakarta, di tempat-tempat seperti itu jarang sekali orang antri dengan sabar. Jarang sekali orang masuk bis atau kereta tanpa harus nyeruduk-nyeruduk orang lain, berusaha menjadi yang terdepan supaya dapat kursi atau yang lebih buruk lagi, sekedar tempat berdiri. Selain itu pengemudi bis dan kereta api juga sepertinya tidak cukup sabar jika penumpang naik kendaraan mereka dengan tertib.

Saya ambil contoh di Melbourne, para calon penumpang dengan sendirinya membuat jalur antrian ketika menunggu bis, trem ataupun kereta. Mereka dengan sabar akan menunggu penumpang yang akan turun keluar terlebih dahulu dan biasanya lebih menghormati perempuan untuk melangkah masuk lebih dulu. Walaupun budaya mereka sangat individualistis, umumnya para penumpang yang lebih muda akan memberikan tempat duduk kepada kaum lansia, walaupun di tiap bis, trem dan kereta telah disediakan tempat khusus untuk para lansia dan orang cacat. Bahkan ada peringatan khusus yang mengingatkan penumpang untuk memberikan tempat tersebut kepada yang berhak jika ada. Memperlakukan orang lain dengan sopan, adil dan menghormati budaya antri sepertinya tidak sulit ditumbuhkan. Hanya masalahnya hanya pada adanya kemauan atau tidak dari individu itu sendiri. Mungkin harus dimulai dari diri kita, kemudian keluarga terdekat sehingga akan terwujud masyarakat budaya tertib di Indonesia.

Menyepelekan budaya antri …. hanya akan menambah tragedi demi tragedi … dan menunjukkan kebodohan kita, kejadian di pasuruan hanyalah contoh dari sekian budaya kita yang tidak mau berbudaya antri … sedih juga melihat tragedi pembagian zakat dengan insiden maut yang terjadi di Pasuruan, terlepas dari polemik yang kemudian terjadi, ada satu hal yang menjadi catatan saya yaitu masalah kedisiplinan lebih khusus lagi masalah budaya antri. Kejadian ini tentunya bisa dihindari jika mentalitas budaya antri sudah terpatri dibenak masyarakat kita, desak-desakan, saling serobot yang pada akhirnya mengakibatkan kondisi menjadi kacau saling injak, sesak napas akhirnya korban jiwa pun berjatuhan. Mari kita tingkatkan BUDAYA ANTRI, tanamkan budaya ini sejak dini kepada anak-anak kita.

Kegiatan21 September , 2008 4:55 am

 

Kemarin sore, sabtu 20 September 2008 di Tugu Monas teman-teman dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) se-Jabodetabek bersama dengan beberapa ormas menggelar acara berbuka puasa bersama dan acara Pemuda dan Perdamaian yang di support oleh Departemen Sosial RI. Menurut saya acaranya memang terkesan mendadak dan malah jadi sedikit ekslusif jika arahnya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi para pemuda. Saya sendiri tidak bisa mengikuti secara full acara tersebut, karena memang agendanya kemarin memenuhi undangan berbuka puasa dengan teman-teman RAPI Jakarta Utara.

Yang penting memang semuanya telah berjalan lancar, … membuat program kegiatan dengan tajuk wawasan kebangsaan memang sebagusnya dipersiapkan dengan matang dan menjadi sinergi berbagai instansi, seandainya kegiatan tersebut muncul secara parsial dari masing-masing instansi … saya takut wawasan kebangsaaan kita-pun dibikin secara parsial juga :(

bubermonas

 

bubermonas 

bubermonas 

Kegiatan13 September , 2008 11:12 pm

Seperti dalam undangan yang kemarin saya posting di milis, wah … acara berbuka puasa dengan rekan-rekan ormas di Jakarta Selatan yang di komandoi teman-teman Radio Antar Penduduk Indonesia Jakarta Selatan berjalan lancar. Ratusan sodara-sodara kita dari ormas dan komunitas hadir di acara tersebut, tidak ketinggalan tentunya teman-teman rider yang telah memenuhi camping ground ragunan dengan ratusan motor.

Acara silaturahmi dan penyampaian hikmah ramadhan nampak terasa lebih hikmat, apalagi dalam acara tersebut juga hadir World President Pencak Silat bapak Eddie marzuki Nalapraya yang juga sebagai founder RAPI. Mungkin ini hanya upaya kecil menggalang link ormas di wilayah Jabodetabek, tetapi jika kita mencoba bicara tentang kebangsaan, rasanya tidak ada salahnya menggalang dari sesuatu yang kecil…

campgrndragunan

campgrndragunan

camprgn

cmpgrgn

cmpgrgn 

Doc : Didik N [Jakarta Selatan]

Kegiatan7 September , 2008 12:26 am

Baru jam 14.00 telepon sudah berdering melulu :) bro Iyan sudah sibuk nanyain angkutan umum yang lewat TIM, terus om Laluprama yang crosscek bahan meeting, om Tenny nanyain sudah dimana … halah … rame deh ;) Sore ini memang teman-teman alumni jambore kebangsaan bikin acara ketemuan perdana khususnya untuk wilayah Jabodetabek, dan tempat yang dipilih adalah Taman Ismal MArzuki yang berlokasi di jalan Cikini raya Jakarta Pusat..

jam 16.00 Akhirnya rekan-rekan mulai berdatangan, Om Tenny, om Laluprama, Om Tantan, Om Handoko, Iyan, Harun, Taufik dan saya sendiri, sementara yang lain masih pada berhalangan … ;) . Ini memang acara orang nyeleneh baru ketemu langsung mencari tempat lesehan di depan Graha Bakti dan tanpa babibu langsung di buka dengan topik berat … wawasan kebangsaan pasca kegiatan jambore. Ehm!… diskusi mikiran mak pertiwi bergulir begitu saja, masing-masing rekan memberikan sumbang pikiran mengenai strategi kelanjutan dari deklarasi manokwari 2008 yang lalu. Mulai dari strategi jangka pendek dan jangka panjang, … rencana pemberdayaan potensi yang ada dan aksi yang memungkinkan untuk digelar…., sampai tidak terasa beduk magrib memotong diskusi yang lagi seru-serunya :) . Untung di Taman Ismail Marzuki tempat kuliner yang cukup ramai, akhirnya diskusi berlanjut di meja makan sambil menikmati sup iga, soto ayam, dan ayam bakar dan nasi goreng kambing … wew .. menu perbaikan gizi lagi deh :)

Tapi kesimpulan meeting dan buka bersama sore tadi sekali lagi mengingatkan untuk seluruh teman2 jambore kebangsaan, bahwa kita memiliki beban moril untuk terus menggemakan wawasan kebangsaan demi tercapainya kebangsaan yang solid, damai dan sejahtera. Oleh karena itu suatu saat nampaknya keterlibatan teman-teman semua sangat diperlukan guna mewujudkan misi tersebut, nah … untuk program pertama sekali lagi mari kita kuatkan dulu tali persaudaraan diantara kita dengan membangun interaksi kreatif dan positif, share informasi, dan prepare sumbang pikiran dalam program-program kedepan kita khususnya kampanye tentang pentingnya wawasan kebangsaan di era global.

Sayang waktu sangat terbatas, akhirnya jam 19.00 teman-teman saling berjabat erat berpisah, dan mudah-mudahan beberapa minggu kedepan dapat bertemu lagi dengan kebersamaan yang makin erat.

buber

buber

buber

Kegiatan4 September , 2008 11:46 pm

Tadi sore akhirnya bisa ikutan buka puasa bareng teman-teman RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) di Padepokan Pencak Silat TMII, acara yang dihadiri teman-teman dari Jabodetabek walaupun dikemas dengan kesederhanaan tapi sangat meriah, session awal di buka oleh mas Heru sebagai ketua RAPI DKI Jakarta kemudian disambung oleh Pak Eddie m. Nalapraya sebagi founder RAPI yang lebih banyak mengulas soal kebangsaan.

Setelah santap malam nampaknya makin banyak bahan diskusi yang mengalir, apalagi di halaman depan temen-temen Rider nampak mulai asik ngomongin hobby ;) cuma sayang temen-temen alumni jambore ngga ada yang hadir hiks …, padahal beberapa ormas banyak yang hadir lho …, mungkin karena macet sekali jalanan sore tadi.

buber

buber

buber

buber 

Kegiatan1 September , 2008 11:41 am

Sabtu kemarin, saya mendapatkan undangan untuk ikut menyambut kedatangan Obor nusantara yang katanya sudah keliling 33 propinsi … maklum kabar ini suerr .. saya nggak pernah tahu persis ceritanya, maklum Yayasan Obor nusantara nampaknya sosialisasinya rada kurang, terkesan ini hanya kegiatan di kepanitiaan saja, boro-boro masyarakat tahu, malah mereka pada nanyain itu apaan sih mas … ;)

Singkat cerita untuk mendorong semangat teman-teman akhirnya sejak malam minggu di frekwensi 142.600 MHz, ramailah setting koordinasi untuk melakukan penyambutan besok pagi, kesadaran temen-temen bikers ini oleh juga di andalkan …, jam 6.30 saya sudah on the way menuju titik kumpul di dekat jembatan permata hijau, rupanya disana beberapa rekan sudah menunggu juga. Jam 08.00 tepat akhirnya sebanyak 40 motor bergerak rapi menuju lokasi penyambutan.

Detik demi detik, nambah ke menit .. nambah ke jam belum juga nongol tuh obor, teman-teman sudah mulai gelisah duduk di pinggir jalan, panitia sendiri kalau ditanya juga tidak bisa memberi jawaban yang tegas, … hujan pun mulai mengguyur wilayah perbatasan jakarta barat dan tangerang … hingga akhirnya sekitar jam 12.30 obor itupun muncul dengan iringan beberapa mobil.

Acara ceremonial sederhana pun berlangsung …. sangat disayangkan acaranya hanya seperti ini, bagaimana ini bisa menjadi pembelajaran wawasan kebangsaan, malah terkesan ekslusif… :( btw… saya tidak mengikuti dari awal tapi orang bisa menilai efektifitasnya … akhirnya setelah serah terima dari tangerang ke DKI Jakarta selesai, oborpun kita arak menuju walikota Jakarta Barat…

Jam 14.00 sebagian teman-teman sudah mulai berpamitan karena mereka ada acara keluarga, dan kitapun hanya bisa menatap obor tersebut berjalan dalam arak-arakan menuju balai kota DKI Jakarta …

obor

obor

obor

obor

obor 

 

Kegiatan24 August , 2008 4:54 pm

Menjelang magrib kemarin tiba-tiba saja salah satu teman dari Sumaricon menelpon saya, "gimana Di .. ada acara engga malam minggu ini.. kalau tidak ada kita ke Summarecon serpong yuk kebetulan ada pesta laser dan kembang api …". Wah padahal malam ini undangan serupa juga saya terima dari pak RT. Setelah mencoba bernegoisasi akhirnya saya putuskan memenuhi undangan VIP di Summarecon Serpong. Dengan style rider lengkap dengan safety gear akhirnya 4 motor melesat menuju Summarecon serpong. uppsss … kaget juga begitu masuk kawasan BSD ternyata kepadatannya luar biasa, nampaknya masyarakat sangat antusias ingin menyaksikan pesta kembang api tersebut. Sekitar 15.000 masyarakat dari Bogor, Jakarta dan Tangerang, Banten tumplek bleg di lokasi padang golf summarecon… hmm.. ini pesta 17-an yang heboh abis :)

fireworks 

17-an di serpong 

Tepat jam 20.00 sebuah lagu kebyar-kebyar mengalun dari panggung utama lalu setelah itu …. cuuiittt bumm … kembang api-pun berhamburan menghiasi langit biru, nampak indah … dan simbolis dari perayaan 17-an pun makin meriah dengan lantunan suara artis ibukota yang disiarkan secara live di salah satu TV swasta.

Sayang saya harus berbagi acara, akhirnya perjalanan berlanjut menuju Cisarua Bogor, untuk menghadiri silaturahmi rekan-rekan RAPI dalam rangka menyambut bulan puasa. Malam kian larut …keheningan malam di jalan raya serpong hingga bogor menyiratkan ketenangan tersendiri, dan aku masih melaju menembus dinginnya malam …. demi sebuah kesatuan.