Jambore Nasional30 November , 2008 12:24 pm

jati diri bangsa atau identitas diri bangsa adalah suatu tradisi yang telah melekat pada kehidupan sehari-hari bangsa kita, tentu dalam hal ini akan terkait dengan sebuah kebhinekaan yang beragam. Masing-masing suku memiliki ajaran etika yang membentuk jati diri bangsa tersebut. Pelajaran paling sederhana yang kita terima sejak kecil dari ibunda kita mungkin terlihat sepele, misalnya ketika salaman harus tangan kanan .. ketika melambai dadada… juga tangan kanan …ketika makan harus menggunakan tangan kanan dan sebagainya. Ibu akan marah melihat anaknya makan dengan tangan kiri … dan pasti kita di tegur dengan kata-kata tidak sopan.

Jati diri bangsa memang melekat dengan etika dan kesopanan, karena etika dan kesopanan akan membentuk kepribadian yang baik. lalu bagaimana semua itu saat ini terasa mulai luntur, coba kita perhatikan anak-anak sekarang … etika dan kesopanan nampaknya cenderung di abaikan. Kiprah keterbukaan informasi memang bagus, tetapi penyerapan informasi tanpa filter juga akan menjadikan sebuah informasi yang menyesatkan.

Buruknya tayangan TV seperti sinetron yang mengumbar kekerasan, ketidak sopanan adalah salah satu doktrin terselubung untuk menghancurkan jatidiri bangsa ini. Generasi bangsa ini menjadi asing ketika ditayangkan dalam tayangan elektronik, dan dampaknya justru terserap dalam kehidupan kita sehari-hari… sangat menyedihkan memang ….

Kita tidak perlu bertanya siapa yang harus bertanggung jawab, karena hati kecil atau nurani kita sendiri saja tidak kita perdulikan …. dan saat itulah akan bertambah luntur jati diri bangsa kita …

Jambore Nasional20 October , 2008 7:19 pm

JAKARTA - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam keras pembentukan kaukus parlemen internasional untuk mendukung kemerdekaan dan pemisahan Papua dari NKRI, yang diprakarsai 2 orang anggota parlemen Inggris 15 Oktober lalu. ‘’Komisi I DPR mengecam berbagai pihak asing yang mensponsori kampanye Papua keluar dari NKRI seperti yang dilakukan oleh anggota parlemen Inggris Andrew Smith dan Lord Harries dengan membentuk internasional Parlementarians for West Papua,'’ kata Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga yang didampingi Marzuki Darusman, dan Abdillah Toha saat jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Senin (20/10/2008).

redflagSelain itu, mengeluarkan 3 butir pernyataan mengenai hal ini: Pertama, pembentukan kakukus parlemen internasional tentang Papua tersebut yang bekerja sama dengan tokoh OPM Beny Wenda, yang saat ini masih berstatus buron karena terlibat berbagai aksi anarkis dan kriminal di Papua, jelas-jelas bertentangan dengan semangat kerja sama internasional antara anggota parlemen yang dilandasi prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

Perbuatan ini juga melanggar prinsip IPU (International Parliementary Union) yang tidak mentolerir upaya separatisme pemberontakan bersenjata. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara lebih proaktif dan segera melakukan berbagai upaya termasuk melalui diplomasi untuk meyakinkan pihak-pihak internasional bahwa provinsi Papua merupakan bagian integral NKRI yang proses integrasinya telah berlangsung hampir 50 tahun melalui proses demokratis sesuai hukum internasional dan dibawah pengawasan PBB.

Saat ini rakyat Papua bersama seluruh rakyat Indonesia sedang bekerja keras membangun untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan,demokrasi, dan penghormatan/perlindungan HAM Ketiga, Indonesia senantiasa membuka diri bagi kerja sama internasional dalam pelaksanaan pembangunnan nasional, termasuk masukan, saran, dan kerja sama dalam membangun provinsi Papua dalam segala bidang. "Akan tetapi kami menolak berbagai upaya dari pihak-pihak termasuk pihak asing yang hendak memisahkan papua dari NKRI. Dalam hubungan ini komisi I mengharapkan kewaspadaan dan kegiatan proaktif seluruh perangkat KBRI diluar negeri, khususnya di Eropa untuk mengikuti perkembangan dan menyebarkan informasi objektif tentang otonomi khusus dan pembangunan di provinsi Papua yang didukung oleh seluruh masyarakat Papua," pungkasnya. (uky)

[sumber ; http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/20/1/155794/dukung-papua-merdeka-dpr-kecam-parlemen-inggris ]

Jambore Nasional17 October , 2008 1:10 pm

kaukus4papuaSIKAP : Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee ketika menandatangani pernyataan sikap menolak pelaksanaan Kaukus Parlemen Inggris, Senin (13/10) kemarin dikediamannya

JAYAPURA (PAPOS) –Komponen masyarakat Papua peduli NKRI, menolak dengan tegas pelaksanaan Kaucus Parlemen Inggris untuk perjuangan Papua Merdeka pada (15/10), dan rencana unjuk rasa pada 15-17 Oktober yang dinilai mengarah pada disintegrasi bangsa. Pernyataan sikap ini disampaikan Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, dihadapan ratusan masyarakat, Tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa maupun puluhan anggota TNI yang hadir di kediamannya, Senin (13/10) kemarin. Sementara itu, komponen masyarakat lainnya menyatakan sikap yang berbeda. Mereka mendukung peluncuran parlemen internasional untuk Papua Barat di London Inggris dengan akan menggelar aksi dukungan moril ke DPRP, yang direncanakan akan dilaksanakan, Kamis (16/10). Pernyataan dukungan ini, terungkap dalam talk show Review Pepera 1969 di aula STT IS Kijne Abepura, Senin (13/10) kemarin, yang dipadati ratusan pemuda, mahasiswa, serta masyarakat umum maupun saksi pelaksanaan Pepera 1969.

selanjutnya …

Jambore Nasional15 October , 2008 6:28 pm

Entah bagaimana kita harus menutup muka menahan malu, ketika untuk ke sekian kalinya di semua media mengekspos satu peristiwa yang namanya TAWURAN. Tapi tawuran kali ini memang sedikit istimewa karena yang bermain adalah mahasiswa calon generasi bangsa yang katanya berpendidikan tinggi, rupanya mahasiswa-pun nggak kalah dengan yang SMP atau yang SMA, duhh … semangat untuk melempar dan bahkan membunuh diantara sesama bangsa ini kerap timbul walaupun korban yang berjatuhan sudah begitu banyak.

ribut 

Fenomena TAWURAN memang seperti tradisi saja, padaawal tahun ajaran baru, pada musim pilkada, pada saat mabok di ujung gang, pemicunya yang relatif sepele tapi berdampak meluas. TAWURAN seperti menjadi pilihan terakhir untuk menyelesaikan masalah. Aneh kan … ???

Tapi ini lah faktanya, sangat ironis sekali, … tapi bagaimana lagi elit politik sendiri kalo pas kalah di pesta demokrasi juga sering mengunakan tawuran sebagai jalan terakhir. Rasanya kita harus belajar banyak memang …….., paling tidak sikap sopan santun antar sesama perlu di tingkatkan.

doc foto : www.detik.com

Jambore Nasional5 October , 2008 8:54 am

lombok

Dear All, ada undangan dari om Prama Lombok

Undangan temuFolklore Indonesia Nilai-nilai kebangsaan pada ekspresi budaya tradisi indonesia taman budaya Sasak 7-8 Oktober 2008, Lombok NTB. Konfirmasi kehadiran : 08388397960

Jambore Nasional, Kegiatan25 September , 2008 1:53 pm

Hayo siapayang kemarin naik Hercules nyerobot giliran temen sendiri ..?? atau pas ngambil gelas coca cola di kantor gubernur pake acara rebutan …[ denger-denger gelasnya malah di umpetin lho ..]

Yup budaya antri memang sulit di praktekkan dalam tindakan keseharian masyarakat kita, pernah tidak anda melihat orang yang tidak mau antri di jalan raya … main serobot sana-sini dan berhenti didepan garis putih pada traffic light ?, … pernah tidak anda diserobot antriannya pada waktu mau mengisi BBM atau di toilet umum …??

Kadang pertanyaan itu muncul … merasa bersalahkah mereka saat menyerobot giliran or milik orang lain? Suasana menjelang Idul fitri seperti ini kita bisa melihat bagaimana budaya antri itu rendah …, apalagi musim mudik lebaran… nggak usah dari tempat-tempat umum dulu deh, mulai dari masjid-pun orang cenderung menyepelekan budaya antri, dari ngambil air wudlu sampai keluar masjid rebutan sandal …. duh malu dech !.

antri ya 

Nah … menjadi seorang rider ada positifnya karena etika antri menjadi prioritas utama safety riding, mana yang perlu di dahulukan dan mana yang harus kita dahului. Keberhasilan itu tentu tidak terlihat pada waktu riding groups, hanya saja pada waktu berjalan sendirian pola itu kelihatan membekas. Mudah-mudahan sih … bukan karena di sparkboard belakang ada stiker komunitas/club :) karena seorang rider selalu menjujung tinggi safety ride dan menjadi seorang yang smart rider ….

antri ya 

Di negara mana pun semua orang pasti pernah merasakan yang namanya antri. Dari antri di bank, di tempat pembayaran rekening, di loket rumah sakit, loket kereta api, di kasir supermarket, dsb. Biasanya kalau di tempat-tempat berupa kantor atau fasilitas umum di ruangan tertutup seperti itu orang cenderung tertib mengikuti arus antrian karena sudah ada pembatas yang menandakan jalur antrian. Tapi bagaimana dengan ruang terbuka, seperti di halte bis, peron kereta api ataupun pasar? Selama berpuluh tahun tinggal di Jakarta, di tempat-tempat seperti itu jarang sekali orang antri dengan sabar. Jarang sekali orang masuk bis atau kereta tanpa harus nyeruduk-nyeruduk orang lain, berusaha menjadi yang terdepan supaya dapat kursi atau yang lebih buruk lagi, sekedar tempat berdiri. Selain itu pengemudi bis dan kereta api juga sepertinya tidak cukup sabar jika penumpang naik kendaraan mereka dengan tertib.

Saya ambil contoh di Melbourne, para calon penumpang dengan sendirinya membuat jalur antrian ketika menunggu bis, trem ataupun kereta. Mereka dengan sabar akan menunggu penumpang yang akan turun keluar terlebih dahulu dan biasanya lebih menghormati perempuan untuk melangkah masuk lebih dulu. Walaupun budaya mereka sangat individualistis, umumnya para penumpang yang lebih muda akan memberikan tempat duduk kepada kaum lansia, walaupun di tiap bis, trem dan kereta telah disediakan tempat khusus untuk para lansia dan orang cacat. Bahkan ada peringatan khusus yang mengingatkan penumpang untuk memberikan tempat tersebut kepada yang berhak jika ada. Memperlakukan orang lain dengan sopan, adil dan menghormati budaya antri sepertinya tidak sulit ditumbuhkan. Hanya masalahnya hanya pada adanya kemauan atau tidak dari individu itu sendiri. Mungkin harus dimulai dari diri kita, kemudian keluarga terdekat sehingga akan terwujud masyarakat budaya tertib di Indonesia.

Menyepelekan budaya antri …. hanya akan menambah tragedi demi tragedi … dan menunjukkan kebodohan kita, kejadian di pasuruan hanyalah contoh dari sekian budaya kita yang tidak mau berbudaya antri … sedih juga melihat tragedi pembagian zakat dengan insiden maut yang terjadi di Pasuruan, terlepas dari polemik yang kemudian terjadi, ada satu hal yang menjadi catatan saya yaitu masalah kedisiplinan lebih khusus lagi masalah budaya antri. Kejadian ini tentunya bisa dihindari jika mentalitas budaya antri sudah terpatri dibenak masyarakat kita, desak-desakan, saling serobot yang pada akhirnya mengakibatkan kondisi menjadi kacau saling injak, sesak napas akhirnya korban jiwa pun berjatuhan. Mari kita tingkatkan BUDAYA ANTRI, tanamkan budaya ini sejak dini kepada anak-anak kita.

Jambore Nasional14 September , 2008 12:29 am

Tadi iseng-iseng ngetik teks .."manokwari2008"..dan taarrrammmm … ternyata web blog kita sudah nongol disana, hehehe … berarti sekarang makin gampang lho buat saudara-saudara kita yang pingin cari info tentang seputar kiprah alumni jambore kebangsaan khususnya yang dari Manokwari Papua Barat.

mudah-mudahan teman-teman  kita yang lost contact juga gampang melacak tempat kita share dan diskusi ini. hayooo rame-rame visit our URL at http://www.manokwari2008.co.cc kata om Prama web yang romantis hehehe … ;)

AJKmanokwari 

Jambore Nasional11 September , 2008 7:06 pm

sumsel pilkadaMelihat perkembangan pilkada di Sumatera Selatan di TV swasta yang menayangkan keributan-keributan atas saling klaim antar jago-jago pilkada terus terang dalam hati kecil saya sedikit miris, bagaimana tidak … kita yang kemarin baru ikut jambore kebangsaan .. yang punya tekad kuat membangun wawasan kebangsaan … dilain pihak masyarakat kita malah berantem di ring pilkada yang mengatasnamakan dinamika demokrasi. Kalau hanya 1 kasus atau dua kasus mungkin masalah kecil, tetapi kalau ini kemudian menjadi kasus umum… inikah wajah demokrasi kita ..??? Akankah generasi muda di tuntut berwawasan kebangsaan sementara di tingkat elit politik malah menciptakan disintegrasi dan permusuhan… ?? saya jadi teringat beberapa tulisan di salah satu web yang menyinggung masalah tersebut …, sambil kita menunggu cerita dari bro febri salah teman alumni JK kita dari Sumatera Selatan …

febri

selanjutnya …

Jambore Nasional9 September , 2008 4:42 am

sawahku

Barangkali kurang tepat menyebut Indonesia sebagai negara agraris sebagaimana tertulis di buku-buku anak Sekolah Dasar. Saya lebih suka menyebut Indonesia sebagai mantan negara agraris yang sekarat. Secara struktural, mismanagement yang terlalu parah adalah penyebab utamanya. Tapi mari kita lihat lebih dekat duduk persoalannya.

Masalah mendasar pertama adalah scale of economics. Kebanyakan petani adalah hasil warisan. Setelah sekian generasi, ukuran lahan makin sempit. Pengolahan usaha agraris menghasilkan skala ekonomi yang tidak seimbang. Terlalu banyak orang tapi terlalu sedikit lahan. Padahal kalau dikelola dengan skala yang pas, produktivitas jelas bisa meningkat banyak.

selanjutnya …

Jambore Nasional 4:34 am

iluvu

  • Afrikaans - Ek het jou lief
  • Albanian - Te dua
  • Arabic - Ana behibak (to male)
    Arabic - Ana behibek (to female)
  • Armenian - Yes kez sirumen
  • Bambara - M’bi fe
  • Bangla - Aamee tuma ke bhalo aashi
  • Belarusian - Ya tabe kahayu
  • Bisaya - Nahigugma ako kanimo
  • Bulgarian - Obicham te
  • Cambodian - Soro lahn nhee ah
  • Cantonese Chinese - Ngo oiy ney a
  • Catalan - T’estimo
  • Cheyenne - Ne mohotatse
  • Chichewa - Ndimakukonda
  • Corsican - Ti tengu caru (to male)
  • Creol - Mi aime jou
  • Croatian - Volim te
  • Czech - Miluji te
  • Danish - Jeg Elsker Dig
  • Dutch - Ik hou van jou
  • English - I love you
  • selanjutnya …

Next Page »