Kebangsaan, Nasionalisme21 October , 2008 5:28 pm

Masih ingat dengan 43 warga Papua yang melarikan diri dan meminta suaka ke negara tetangga Australia 3 tahun lalu, tepatnya akhir tahun 2005?. Ternyata dua diantaranya kembali ke tanah air, karena apa yang dialami di Australia tidak seperti yang dijanjikan sebelumnya. dari Merauke melaporkan, kedua peminta suaka ini telah tiba kembali ke tanah Air, kemarin. Yubel Kareni kembali ke Serui tempat asalnya dan Hana Gobay kembali ke Merauke. Keduanya diantar langsung oleh Konsul for Economic Affairs Kedubes Indonesia untuk Australia di Canberra, Jahar Gultom, Rabu ( 24/9) pagi kemarin, dengan menggunakan pesawat penerbangan komersial Merpati Aoba dari Jakarta. Yubel Kareni turun di Bandara Kaisiepo Biak untuk melanjutkan perjalannya ke Serui, sedangkan Hana Gobay turun di Bandara Mopah Merauke sekitar pukul 09.30 WIT.


welcome backSebelum pesawat mendarat di Bandara Mopah Merauke, keluarga Hana Gobay yang terdiri dari ayah ibunya, Alfons Gobay-Blastina Gobay, pamannya Haryanto Gobay, kakak kandungnya Maria Gobay dan Sopiah Dokopiah adik kandung dari ibu Hana Gobay sudah menunggu kedatangannya di Bandara Mopah Merauke.
Saat turun dari anak tangga pesawat, Hana Gobay yang mengenakan asesoris serba hitam, topi hitam, kaca mata hitam, jaket kaos warna hitam, celana hitam dan sepatu hak tinggi warna hitam, langsung disambut pelukan ibu dan kakak perempuannya Blastina Gobay-Maria Gobay dan tantenya Sopiah Dokopiah.
selanjutnya …

Jambore Nasional20 October , 2008 7:19 pm

JAKARTA - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam keras pembentukan kaukus parlemen internasional untuk mendukung kemerdekaan dan pemisahan Papua dari NKRI, yang diprakarsai 2 orang anggota parlemen Inggris 15 Oktober lalu. ‘’Komisi I DPR mengecam berbagai pihak asing yang mensponsori kampanye Papua keluar dari NKRI seperti yang dilakukan oleh anggota parlemen Inggris Andrew Smith dan Lord Harries dengan membentuk internasional Parlementarians for West Papua,'’ kata Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga yang didampingi Marzuki Darusman, dan Abdillah Toha saat jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Senin (20/10/2008).

redflagSelain itu, mengeluarkan 3 butir pernyataan mengenai hal ini: Pertama, pembentukan kakukus parlemen internasional tentang Papua tersebut yang bekerja sama dengan tokoh OPM Beny Wenda, yang saat ini masih berstatus buron karena terlibat berbagai aksi anarkis dan kriminal di Papua, jelas-jelas bertentangan dengan semangat kerja sama internasional antara anggota parlemen yang dilandasi prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

Perbuatan ini juga melanggar prinsip IPU (International Parliementary Union) yang tidak mentolerir upaya separatisme pemberontakan bersenjata. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara lebih proaktif dan segera melakukan berbagai upaya termasuk melalui diplomasi untuk meyakinkan pihak-pihak internasional bahwa provinsi Papua merupakan bagian integral NKRI yang proses integrasinya telah berlangsung hampir 50 tahun melalui proses demokratis sesuai hukum internasional dan dibawah pengawasan PBB.

Saat ini rakyat Papua bersama seluruh rakyat Indonesia sedang bekerja keras membangun untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan,demokrasi, dan penghormatan/perlindungan HAM Ketiga, Indonesia senantiasa membuka diri bagi kerja sama internasional dalam pelaksanaan pembangunnan nasional, termasuk masukan, saran, dan kerja sama dalam membangun provinsi Papua dalam segala bidang. "Akan tetapi kami menolak berbagai upaya dari pihak-pihak termasuk pihak asing yang hendak memisahkan papua dari NKRI. Dalam hubungan ini komisi I mengharapkan kewaspadaan dan kegiatan proaktif seluruh perangkat KBRI diluar negeri, khususnya di Eropa untuk mengikuti perkembangan dan menyebarkan informasi objektif tentang otonomi khusus dan pembangunan di provinsi Papua yang didukung oleh seluruh masyarakat Papua," pungkasnya. (uky)

[sumber ; http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/20/1/155794/dukung-papua-merdeka-dpr-kecam-parlemen-inggris ]

Kebangsaan, Nasionalisme17 October , 2008 1:28 pm

beuaty of papuaLima orang ditahan di Nabire, Timika, Irian Jaya Barat, karena mengibarkan bendera Bintang Kejora milik Organisasi Papua Merdeka OPM. Kepada kantor berita AFP, Rianto Jatmono, kepala kepolisian resor Nabire mengatakan kelima orang itu diperiksa polisi. Kalau terbukti mengibarkan bendera mereka akan dijerat pasal makar terhadap negara. Menurut Frits Ramandey, ketua Komnas HAM Papua, pengibaran bendera Bintang Kejora itu selain merupakan protes juga berkaitan dengan agenda tertentu. Agenda apa yang berkait dengan pengibaran di Nabire? Lebih lanjut berikut Frits Ramandey, ketua Komnas HAM Papua. 
selanjutnya …

Jambore Nasional 1:10 pm

kaukus4papuaSIKAP : Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee ketika menandatangani pernyataan sikap menolak pelaksanaan Kaukus Parlemen Inggris, Senin (13/10) kemarin dikediamannya

JAYAPURA (PAPOS) –Komponen masyarakat Papua peduli NKRI, menolak dengan tegas pelaksanaan Kaucus Parlemen Inggris untuk perjuangan Papua Merdeka pada (15/10), dan rencana unjuk rasa pada 15-17 Oktober yang dinilai mengarah pada disintegrasi bangsa. Pernyataan sikap ini disampaikan Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, dihadapan ratusan masyarakat, Tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa maupun puluhan anggota TNI yang hadir di kediamannya, Senin (13/10) kemarin. Sementara itu, komponen masyarakat lainnya menyatakan sikap yang berbeda. Mereka mendukung peluncuran parlemen internasional untuk Papua Barat di London Inggris dengan akan menggelar aksi dukungan moril ke DPRP, yang direncanakan akan dilaksanakan, Kamis (16/10). Pernyataan dukungan ini, terungkap dalam talk show Review Pepera 1969 di aula STT IS Kijne Abepura, Senin (13/10) kemarin, yang dipadati ratusan pemuda, mahasiswa, serta masyarakat umum maupun saksi pelaksanaan Pepera 1969.

selanjutnya …

Jambore Nasional15 October , 2008 6:28 pm

Entah bagaimana kita harus menutup muka menahan malu, ketika untuk ke sekian kalinya di semua media mengekspos satu peristiwa yang namanya TAWURAN. Tapi tawuran kali ini memang sedikit istimewa karena yang bermain adalah mahasiswa calon generasi bangsa yang katanya berpendidikan tinggi, rupanya mahasiswa-pun nggak kalah dengan yang SMP atau yang SMA, duhh … semangat untuk melempar dan bahkan membunuh diantara sesama bangsa ini kerap timbul walaupun korban yang berjatuhan sudah begitu banyak.

ribut 

Fenomena TAWURAN memang seperti tradisi saja, padaawal tahun ajaran baru, pada musim pilkada, pada saat mabok di ujung gang, pemicunya yang relatif sepele tapi berdampak meluas. TAWURAN seperti menjadi pilihan terakhir untuk menyelesaikan masalah. Aneh kan … ???

Tapi ini lah faktanya, sangat ironis sekali, … tapi bagaimana lagi elit politik sendiri kalo pas kalah di pesta demokrasi juga sering mengunakan tawuran sebagai jalan terakhir. Rasanya kita harus belajar banyak memang …….., paling tidak sikap sopan santun antar sesama perlu di tingkatkan.

doc foto : www.detik.com

Berita Internasional9 October , 2008 10:22 am

Ekonomi pasar bebas telah gagal. Begitulah komentar berbagai kalangan merespons rontoknya Wall Street akibat kebangkrutan perusahaan finansial. Nama-nama besar seperti Lehman Brothers, American International Group (AIG), Merril Lynch, Goldman Sach sudah lempar handuk. Wall Street yang selama ini dikenal dunia sebagai simbol kedigdayaan ekonomi kapitalis dan suksesnya ekonomi pasar bebas, kini, tak berdaya.

wallstreet 

Tanpa bailout pemerintah, krisis keuangan yang menimpa Wall Street tidak hanya melumpuhkan ekonomi AS, juga menyeret ekonomi dunia ke dalam resesi. Kondisi ekonomi AS saat ini ditandai inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat, angka pengangguran yang melonjak, serta defisit bujet dan defisit neraca pembayaran yang terus membengkak. Krisis subprime mortgage mengakibatkan ketatnya likuiditas dan bangkrutnya perusahaan yang bergerak di sektor keuangan, serta ambruknya harga saham dan surat utang di Wall Street. Inilah krisis keuangan paling besar setelah Great Depression pada 1929. Waktu itu, pasar modal ambruk. Bank investasi dan bank komersial bangkrut. Nasabah hanya bisa menarik separuh dananya dari bank. Perusahaan finansial di luar bank gulung tikar.

selanjutnya …

Jambore Nasional5 October , 2008 8:54 am

lombok

Dear All, ada undangan dari om Prama Lombok

Undangan temuFolklore Indonesia Nilai-nilai kebangsaan pada ekspresi budaya tradisi indonesia taman budaya Sasak 7-8 Oktober 2008, Lombok NTB. Konfirmasi kehadiran : 08388397960

Sastra 8:42 am

Doa

Izinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku
kembali pada-Mu, menutup waktuku

Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum nyawa dalam tubuhku
Kau ambil, kembali pada-MU

Karna ku tahu, hanyalah pada diri-Mu
Tempatku mengadu, tempatku mengeluh
Di dalam do’aku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’a ku untuk-Mu