Sengketa atau saling mengklaim kepemilikan Pulau Berhala antara Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau (Kepri) sejak tahun 1980-an segera dituntaskan sehingga tidak berlarut-larut. "Tim kecil yang dibentuk Pemprov Jambi segera bertemu dengan tim Kepri dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik. Saya sudah menelepon Gubernur Kepri Bapak Ismet Abdullah. Beliau setuju bertemu kedua belah pihak," kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin di Jakarta, Selasa (29/7).
Hal itu diungkapkan Zulkifli Nurdin kepada wartawan setelah menghadiri pembukaan "Jambi Expo" 2008 di Senayan City yang dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto. Ia menjelaskan, Pulau Berhala yang berjarak sekitar 12 mil dari pantai Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi kini dalam status quo atau diambil alih pemerintah pusat sampai ada penyelesaian atau status jelas kepemilikan pulau tersebut milik Jambi atau Kepri. Meski persoalan sengketa Pulau Berhala seluas lebih kurang 200 hektare berada di Selat Berhala dan gugusan Laut China Selatan itu telah dipasilitasi pemerintah pusat (Depdagri dan DPR RI) dalam lima tahun terakhir ini, namun belum ada penyelesaian. "Kita tak mau berlarut-larut dalam persoalan Pulau Berhala itu. Sedapat mungkin persoalannya diselesaikan sesuai arahan pemerintah pusat," tegasnya.
Jambi tetap mempertahankan Pulau Berhala karena memiliki bukti-bukti yang cukup kuat dari historis sejarah masa Kerajaan Jambi abad ke XII serta menjadi tempat pemakaman Datuk Paduko Berhala yang menjadi Raja Jambi pertama memimpin Kerajaan Jambi. Selain itu dari letak geografis yang relatif dekat ke wilayah Jambi (Kab. Tanjung Jabung Timur), serta diperkuat lahirnya UU No 58/1999 tentang pembentukan empat kabupaten pemekaran di Jambi yaitu Kab. Sarolangun, Tebo, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Dalam UU tersebut Pulau Berhala yang berbatasan dengan Kepri masuk atau menjadi bagian wilayah Provinsi Jambi. "Atas dasar itu Jambi kian memperkuat keberadaan Pulau Berhala itu adalah milik rakyat Jambi," kata Zulkifli Nurdin.
Bagaimana pendapat yang lain … ???


