Kebangsaan, Nasionalisme27 September , 2008 1:52 am

Sengketa atau saling mengklaim kepemilikan Pulau Berhala antara Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau (Kepri) sejak tahun 1980-an segera dituntaskan sehingga tidak berlarut-larut. "Tim kecil yang dibentuk Pemprov Jambi segera bertemu dengan tim Kepri dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik. Saya sudah menelepon Gubernur Kepri Bapak Ismet Abdullah. Beliau setuju bertemu kedua belah pihak," kata Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin di Jakarta, Selasa (29/7).

berhala 

Hal itu diungkapkan Zulkifli Nurdin kepada wartawan setelah menghadiri pembukaan "Jambi Expo" 2008 di Senayan City yang dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto. Ia menjelaskan, Pulau Berhala yang berjarak sekitar 12 mil dari pantai Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi kini dalam status quo atau diambil alih pemerintah pusat sampai ada penyelesaian atau status jelas kepemilikan pulau tersebut milik Jambi atau Kepri. Meski persoalan sengketa Pulau Berhala seluas lebih kurang 200 hektare berada di Selat Berhala dan gugusan Laut China Selatan itu telah dipasilitasi pemerintah pusat (Depdagri dan DPR RI) dalam lima tahun terakhir ini, namun belum ada penyelesaian. "Kita tak mau berlarut-larut dalam persoalan Pulau Berhala itu. Sedapat mungkin persoalannya diselesaikan sesuai arahan pemerintah pusat," tegasnya.

Jambi tetap mempertahankan Pulau Berhala karena memiliki bukti-bukti yang cukup kuat dari historis sejarah masa Kerajaan Jambi abad ke XII serta menjadi tempat pemakaman Datuk Paduko Berhala yang menjadi Raja Jambi pertama memimpin Kerajaan Jambi. Selain itu dari letak geografis yang relatif dekat ke wilayah Jambi (Kab. Tanjung Jabung Timur), serta diperkuat lahirnya UU No 58/1999 tentang pembentukan empat kabupaten pemekaran di Jambi yaitu Kab. Sarolangun, Tebo, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Dalam UU tersebut Pulau Berhala yang berbatasan dengan Kepri masuk atau menjadi bagian wilayah Provinsi Jambi. "Atas dasar itu Jambi kian memperkuat keberadaan Pulau Berhala itu adalah milik rakyat Jambi," kata Zulkifli Nurdin.

Bagaimana pendapat yang lain … ???

Jambore Nasional, Kegiatan25 September , 2008 1:53 pm

Hayo siapayang kemarin naik Hercules nyerobot giliran temen sendiri ..?? atau pas ngambil gelas coca cola di kantor gubernur pake acara rebutan …[ denger-denger gelasnya malah di umpetin lho ..]

Yup budaya antri memang sulit di praktekkan dalam tindakan keseharian masyarakat kita, pernah tidak anda melihat orang yang tidak mau antri di jalan raya … main serobot sana-sini dan berhenti didepan garis putih pada traffic light ?, … pernah tidak anda diserobot antriannya pada waktu mau mengisi BBM atau di toilet umum …??

Kadang pertanyaan itu muncul … merasa bersalahkah mereka saat menyerobot giliran or milik orang lain? Suasana menjelang Idul fitri seperti ini kita bisa melihat bagaimana budaya antri itu rendah …, apalagi musim mudik lebaran… nggak usah dari tempat-tempat umum dulu deh, mulai dari masjid-pun orang cenderung menyepelekan budaya antri, dari ngambil air wudlu sampai keluar masjid rebutan sandal …. duh malu dech !.

antri ya 

Nah … menjadi seorang rider ada positifnya karena etika antri menjadi prioritas utama safety riding, mana yang perlu di dahulukan dan mana yang harus kita dahului. Keberhasilan itu tentu tidak terlihat pada waktu riding groups, hanya saja pada waktu berjalan sendirian pola itu kelihatan membekas. Mudah-mudahan sih … bukan karena di sparkboard belakang ada stiker komunitas/club :) karena seorang rider selalu menjujung tinggi safety ride dan menjadi seorang yang smart rider ….

antri ya 

Di negara mana pun semua orang pasti pernah merasakan yang namanya antri. Dari antri di bank, di tempat pembayaran rekening, di loket rumah sakit, loket kereta api, di kasir supermarket, dsb. Biasanya kalau di tempat-tempat berupa kantor atau fasilitas umum di ruangan tertutup seperti itu orang cenderung tertib mengikuti arus antrian karena sudah ada pembatas yang menandakan jalur antrian. Tapi bagaimana dengan ruang terbuka, seperti di halte bis, peron kereta api ataupun pasar? Selama berpuluh tahun tinggal di Jakarta, di tempat-tempat seperti itu jarang sekali orang antri dengan sabar. Jarang sekali orang masuk bis atau kereta tanpa harus nyeruduk-nyeruduk orang lain, berusaha menjadi yang terdepan supaya dapat kursi atau yang lebih buruk lagi, sekedar tempat berdiri. Selain itu pengemudi bis dan kereta api juga sepertinya tidak cukup sabar jika penumpang naik kendaraan mereka dengan tertib.

Saya ambil contoh di Melbourne, para calon penumpang dengan sendirinya membuat jalur antrian ketika menunggu bis, trem ataupun kereta. Mereka dengan sabar akan menunggu penumpang yang akan turun keluar terlebih dahulu dan biasanya lebih menghormati perempuan untuk melangkah masuk lebih dulu. Walaupun budaya mereka sangat individualistis, umumnya para penumpang yang lebih muda akan memberikan tempat duduk kepada kaum lansia, walaupun di tiap bis, trem dan kereta telah disediakan tempat khusus untuk para lansia dan orang cacat. Bahkan ada peringatan khusus yang mengingatkan penumpang untuk memberikan tempat tersebut kepada yang berhak jika ada. Memperlakukan orang lain dengan sopan, adil dan menghormati budaya antri sepertinya tidak sulit ditumbuhkan. Hanya masalahnya hanya pada adanya kemauan atau tidak dari individu itu sendiri. Mungkin harus dimulai dari diri kita, kemudian keluarga terdekat sehingga akan terwujud masyarakat budaya tertib di Indonesia.

Menyepelekan budaya antri …. hanya akan menambah tragedi demi tragedi … dan menunjukkan kebodohan kita, kejadian di pasuruan hanyalah contoh dari sekian budaya kita yang tidak mau berbudaya antri … sedih juga melihat tragedi pembagian zakat dengan insiden maut yang terjadi di Pasuruan, terlepas dari polemik yang kemudian terjadi, ada satu hal yang menjadi catatan saya yaitu masalah kedisiplinan lebih khusus lagi masalah budaya antri. Kejadian ini tentunya bisa dihindari jika mentalitas budaya antri sudah terpatri dibenak masyarakat kita, desak-desakan, saling serobot yang pada akhirnya mengakibatkan kondisi menjadi kacau saling injak, sesak napas akhirnya korban jiwa pun berjatuhan. Mari kita tingkatkan BUDAYA ANTRI, tanamkan budaya ini sejak dini kepada anak-anak kita.

Tentang Kita24 September , 2008 4:40 am

Akhirnya penghujung ramadhan tiba, … hari nan fitri di awal syawal kan segera menjelang …seperti kupu-kupu yang terlahir indah dari kepompongnya selama berpuasa … kepakan sayapnya seakan tanda syukur atas kesucian diri menyambut fitrah yang tiba …

suci

Untuk saudara-saudaraku semua Alumni Jambore Kebangsaan, kami mengucapan Selamat Iedul Fitri ..dan tak lupa teriring kata mohon maaf lahir dan batin, Hari ini kita pupuskan khilaf yang ada di antara kita … kita jabat erat uluran tangan kita … menjalin persaudaraan dalam kebhinekaan … memupuk cinta di tanah pertiwi..

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum… Ja’alanaallaahu wa iyyaakum
Minal ‘aaidina wal faaiziina.. Kullu ‘aamin wa antum bi khoirin

Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Semoga Allah memberikan restunya kepada kita semua. Selamat Hari Raya, selamat berbahagia. Mudah-mudahan antum setiap tahun selalu dalam kebaikan.

Hopefully Allah will receive good deeds all of us. Hopefully Allah give His blessing to all of us Happy Great Day, Happy Happiness. Hopefully you will always be good every year.

Kebangsaan, Nasionalisme21 September , 2008 5:30 am

Melihat berita tentang tingkah laku wakil rakyat dan beberapa pejabat yang tertangkap tangan mengkhianati rakyat dalam bentuk Korupsi, suap sampai tindakan asusila, membuat saya sedikit miris dan takut dengan kualitas nilai kebangsaaan saat ini, bayangkan … mereka yang telah menerima amanah rakyat kini harus jatuh satu-satu dengan ke-egoannya, dan menunjukkan dirinya kalau hanya sebagai pecundang belaka.

Akankah nilai-nilai kebangsaan kita  memang telah mulai luntur dengan gemerlapan materi ..?? yang akhirnya semakin menenggelamkan rakyat pada kemiskinan, kebodohan, dan keterpecahan.. ?? Entah drama apalagi yang akan berlanjut …

Jika bangsa kita ini hancur karena harus berperang melawan kaum penjajah, mungkin orang masih akan mengangkat topi karena mereka menghargai kepatriotan kita. Tetapi jika bangsa ini hancur oleh kebodohan dan kerakusannya sendiri …, bangsa lainpun pasti akan tertawa dan mencibir akan rendahnya nilai kebangsaan kita.

pinisi indonesia 

Semestinya di usia yang ke 63, Indonesia harus semakin dewasa … dan Pancasila menjadi penyejuk yang kian terasa, kemakmuran menjadi bukti kerja keras yang panjang, …. kejujuran menjadi identitas kita yang semakin bermoral, dan … kita bisa belabuh bersama membawa perahu Indonesia ini di sebuah dermaga yang tenang …. di pulau harapan yang kita tuju selama ini.

Kegiatan 4:55 am

 

Kemarin sore, sabtu 20 September 2008 di Tugu Monas teman-teman dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) se-Jabodetabek bersama dengan beberapa ormas menggelar acara berbuka puasa bersama dan acara Pemuda dan Perdamaian yang di support oleh Departemen Sosial RI. Menurut saya acaranya memang terkesan mendadak dan malah jadi sedikit ekslusif jika arahnya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi para pemuda. Saya sendiri tidak bisa mengikuti secara full acara tersebut, karena memang agendanya kemarin memenuhi undangan berbuka puasa dengan teman-teman RAPI Jakarta Utara.

Yang penting memang semuanya telah berjalan lancar, … membuat program kegiatan dengan tajuk wawasan kebangsaan memang sebagusnya dipersiapkan dengan matang dan menjadi sinergi berbagai instansi, seandainya kegiatan tersebut muncul secara parsial dari masing-masing instansi … saya takut wawasan kebangsaaan kita-pun dibikin secara parsial juga :(

bubermonas

 

bubermonas 

bubermonas 

Tentang Kita20 September , 2008 11:06 am

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?” Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”"Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan.

marah

selanjutnya …

Kebangsaan, Nasionalisme 10:46 am

bangkit

Bangkit Itu… Susah

Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu… Takut
Takut Korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit Itu… Mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan Prestasi

Bangkit itu… Marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu… Malu
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu… Tidak Ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu… Aku

"Untuk Indonesiaku" oleh : Dedy Mizwar

Tentang Kita 10:26 am

optimisKeberhasilan dan kesuksesan seseorang kadang belum tentu karena penguasaan teknologi tinggi, lulusan universitas terkemuka, kemenarikan user interface (baca: tampan atau cantik), kewibawaan, kejeniusan, kepandaian, atau karena atribut-atribut hebat dan keren yang lain. Banyak jalan untuk sukses, saking banyaknya jalan, membuat “teknik menjadi sukses” menjadi sulit untuk dibuatkan formulanya. Kita tentu tidak bisa menduga bahwa apa yang dilakukan oleh seorang mahasiswa bernama Jerry Yang dengan mengumpulkan link-link situs, membuat kategori dan fitur pencarian akan menjadikannya situs portal dan search engine terkemuka di dunia (Yahoo.Com).
, selanjutnya …

Jambore Nasional14 September , 2008 12:29 am

Tadi iseng-iseng ngetik teks .."manokwari2008"..dan taarrrammmm … ternyata web blog kita sudah nongol disana, hehehe … berarti sekarang makin gampang lho buat saudara-saudara kita yang pingin cari info tentang seputar kiprah alumni jambore kebangsaan khususnya yang dari Manokwari Papua Barat.

mudah-mudahan teman-teman  kita yang lost contact juga gampang melacak tempat kita share dan diskusi ini. hayooo rame-rame visit our URL at http://www.manokwari2008.co.cc kata om Prama web yang romantis hehehe … ;)

AJKmanokwari 

Kegiatan13 September , 2008 11:12 pm

Seperti dalam undangan yang kemarin saya posting di milis, wah … acara berbuka puasa dengan rekan-rekan ormas di Jakarta Selatan yang di komandoi teman-teman Radio Antar Penduduk Indonesia Jakarta Selatan berjalan lancar. Ratusan sodara-sodara kita dari ormas dan komunitas hadir di acara tersebut, tidak ketinggalan tentunya teman-teman rider yang telah memenuhi camping ground ragunan dengan ratusan motor.

Acara silaturahmi dan penyampaian hikmah ramadhan nampak terasa lebih hikmat, apalagi dalam acara tersebut juga hadir World President Pencak Silat bapak Eddie marzuki Nalapraya yang juga sebagai founder RAPI. Mungkin ini hanya upaya kecil menggalang link ormas di wilayah Jabodetabek, tetapi jika kita mencoba bicara tentang kebangsaan, rasanya tidak ada salahnya menggalang dari sesuatu yang kecil…

campgrndragunan

campgrndragunan

camprgn

cmpgrgn

cmpgrgn 

Doc : Didik N [Jakarta Selatan]

Next Page »