
Hari-hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta, teman-teman peserta jambore menghabiskan waktu dengan menyeberang ke pulau Mansinam menggunakan rubber boat TNI AL. Sambil menunggu rubberboat yang bolak-balik …saya, handoko, asnul terlibat pembicaraan ringan dengan om Tri selaku komandan FASHARKAN Papua Barat, dari kegiatan Jambore sampai building spirit untuk kebangsaan.
Ada satu yang menarik yang dapat kita hayati dari sebuah filosofi alam disekeliling kita, waktu itu om Tri menunjuk pada sebuah pohon Ketapang yang rindang dimana kita duduk melingkar sambil menatap laut yang indah, pohon itu terasa sekali memberikan kesejukan dan memayungi kita dari sengatan matahari. Inilah yang dimaksud om Tri filosofi "Diam sambil berkarya". Sebatang pohon memerlukan waktu puluhan tahun sebelum ia menjadi besar, di tempatnya ia diam namun terus membangun dirinya, sampai akhirnya ia dapat memberikan manfaat besar untuk kita, keteduhan, oksigen, buah bahkan kayu untuk kita.
Kita dapat menghayati filosofi alam tadi sebagai wujud pengembangan diri, bahwa ternyata memberikan pengabdian pada bangsa dan negara ini dapat kita mulai dari diri kita sendiri, tanpa harus berteriak-teriak "riya" untuk menunjukkan siapa kita ini. Apa yang telah kita perbuat dalam karya-karya kita, akan menunjukkan siapa dan potensi apa yang kita miliki.
Keikhlasan dalam memberikan karya itulah yang terpenting, karena untuk membangun negeri ini merupakan modal dasar atas terwujudnya sebuah negara yang kokoh. Keikhlasan telah ditunjukkan oleh para pahlawan kusuma bangsa yang harus mengorbankan nyawa untuk bumi pertiwi ini. Giliran kita hari ini adalah meneruskan perjuangannya, karena perjuangan ini belum selesai, dan penjajahan modern atau kapitalis modern semakin hari semakin menggurita ingin mencengkeram INDONESIA ini. Mari kita berjuang ! dan jangan biarkan bumi pertiwi ini dikuasai oleh orang asing, karena ini milik kita. MERDEKA !!!!