Kebangsaan, Nasionalisme18 August , 2009 2:25 pm

Lagu ini memberi cerita tersendiri ketika saat itu berada di bawah sang merah putih …

Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibarlah Engkau di dadaku
Tunjukanlah Kepada Dunia
Semangatmu Yang Panas Mambara

Daku Ingin Jiwa Raga ini
Selaraskan Keanggunan
Daku Ingin Jemariku Ini
Menuliskan Kharismamu…

Berkibarlah Bendera Negeriku
Berkibar di Luas Nuansamu
Tunjukanlah Kepada Dunia
Ramah Tamah Budi Bahasamu

Daku Ingin Kepal Tangan Ini
Menunaikan Kewajiban
Putra Bangsa Yang Mengemban Cita
Hidup Dalam Kesatuan…

Download lagunya disini

Dan kemarin kiaran bendera dan nyanyian lagu ini mengumandang di depan rumah … bersama anak-anak kecil yang nampak riang … dan tetangga rumah, kita berdoa .. semoga INDONESIA menjadi lebih baik, aman .. tentram dan memiliki pemerintahan yang bersih yang memperhatikan rakyatnya. Kita boleh teriak .."MERDEKA" … tetapi mari kita buka mata kita, didepan mata masih banyak penindasan, didepan mata masih banyak ketidak adilan, di depan mata kita terinjak oleh kapitalis modern …

Merdeka memang harga yang mahal, merdeka adalah perjuangan yang tanpa akhir …

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

HUTRI

 

Berita Nasional27 March , 2009 7:07 am

Jum’at 27 Maret 2009, menjadi pagi kelabu untuk warga Cirendeu dan beberapa kelurahan di Jakarta Selatan. Pagi ini tanggul danau situ Gintung yang di bangun pada tahun 1933 jebol dan menyapu ratusan rumah warga Cirendeu, Air danau seluas 30 hektar itupun seperti sebuah tsunami mengalir deras dan membuat rata bangunan-bangunan di bawahnya. Evakuasi dan penyisiran hingga di aliran sungai pesanggrahan terus di lakukan.

Dampak dari bencana ini membuat arus lalulintas Jakarta - Ciputat menjadi macet total. Rumah-rumah yang ada di sekitar aliran sungai pesanggrahan-pun mengalami banjir dadakan. Di Kampung baru Pondok Pinang misalnya ketinggian air mencapai 3 meter menggenangi rumah warga. Saya pun bergabung di Posko RAPI Kby Lama yang bertindak sebagai SMC langsung menjadi pusat komunikasi dalam misi evakuasi dan penanganan pengungsi, Mas Heru-JZ09DHR sebagai ketua RAPI DKI Jakarta juga langsung melihat kelapangan dan memastikan operasi berjalan lancar. Hingga sore ini teman-teman RAPI masih berkumpul di JZ09ZSA Lokal Kebayoran Lama untuk mengantisipasi banjir susulan karena cuaca sore ini juga sedikit mengkhawatirkan mengingat debit air dari Ciputat dan Sawangan akan masuk semua ke sungai Pesanggrahan. Selamat bertugas rekan-rekan RAPI, be rescuer !

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

gintung

Pasca bencana jebolnya tanggul danau Situ Gintung yang telah menyemburkan satu juta meter kubik air dan menyapu ratusan rumah warga mengetuk hati teman-teman RAPI untuk terjun kelokasi bencana. Posko JZ09ZSA dibawah koordinator om Budi JZ09EWH memimpin kegiatan Pencarian korban di lintasan sungai pesanggrahan. Bantuan distribusi logistik di koordinir oleh Om Poetet JZ09GYM, koordinasi teman-teman di lapangan juga dibantu oleh om Marzuki JZ09HMI.

Om Tono JZ09HNY juga terus mengikuti perkembangan di lokasi bencana, kondisi lalulintas yang nyaris mengalami traffic jammed setiap hari memang sulit dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat, sampai-sampai JZ09HNY akhirnya naik motor juga bersama om Herman JZ09GWQ.

Sampai hari ketiga korban yang telah di temukan meninggal telah mencapai lebih dari 90 orang dan laporan keluarga hilang yang lain masih cukup banyak lebih dari 15 orang. Kegiatan pencarian hari ini masih di lanjutkan. Kondisi di lokasi bencana memang saat ini kurang kondusif, karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat langsung ke lokasi bencana cukup mengganggu tim SAR yang sedang bekerja. Mobilisasi ambulance dan logistik bantuan pun menjadi sedikit tersendat dengan kondisi lalulintas yang macet.

Kita berharap saja semoga proses penanganan bencana ini dapat berjalan efektif, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Atas nama Pengurus RAPI Wilayah Jakarta Selatan, kami juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan kepedulian teman-teman RAPI Jakarta Selatan yang memberikan dukungan moril dan materiil pada korban musibah jebolnya tanggul Situ Gintung.

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

situgintung relief

Kegiatan7 January , 2009 6:02 pm

Dua hari ini saya menerima telfon dari teman-teman alumni Jambore Kebangsaan, waduh Bro Reza, Iyan, Harun dan yang paling rajin kirim SMS om Prama ;) wah pokoknya kangen untuk semuanya deh. Tak terasa hingga di pekan pertama di tahun 2009 kita belum saling menyapa, apalagi teman-teman yang lain … semoga kabarnya sehat semua deh.

Untuk teman-teman di Manokwari bagaimana kondisi terakhir, semoga tabah menghadapi ujian alam ya…, turut prihatin dengan bencana gempa yang terjadi…

Nah … nampaknya ada moment untuk teman-teman alumni berkumpul kembali, kebetulan kang Harun di kota Bandung sudah menggagas sebuah acara yang rencananya akan di gelar pada tanggal 29 Januari 2009. Themanya sudah pasti tentang nuansa kebangsaan dan silaturahmi alumni jambore. Oleh karena itu karena ini merupakan acara dari kita untuk kita, mohon kiranya teman-teman alumni Jambore kebangsaan untuk bisa hadir di acara tersebut.

Biar infonya lebih lengkap silahkan teman-teman menghubungi saudara Harun di 085721012385, mohon teman-teman untuk bisa melakukan registrasi sebelumnya ya …, Mudah-mudahan acara di awal 2009 ini dapat sukses

Tentang Kita7 December , 2008 5:59 pm

Iedul Adha, Ada yang mengatakan sebagai hari raya Haji, … ada yang mengatakan hari raya Qurban … semuanya memang memiliki historis panjang dan tertulis didalam Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Menjelang hari raya Iedul Adha tiba-tiba saja Jakarta di penuhi pendatang baru … tapi yang ini dari jenis hewan :) . Ada Kambing, Sapi dan Kerbau … wah malah menjadi peluang usaha nih, sampai-sampai pengrajin kulitpun memanfaatkan situasi ini sebagai lahan bisnis musiman … Iedul Adha … Iedul Qurban .. apapun sebutannya memiliki makna tentang sucinya nilai pengorbanan, mengukur keikhlasan diri dalam mengabdi pada sang khalik.

Manusia dilahirkan tanpa memiliki apa-apa, dan dalam perjalanan hidupnya unsur dunia akan menjadi kabut perjalanan manusia, sehingga mengaburkan kecintaan pada sang pencipta. Tergodakah manusia di balik baju kekuasaan, harta dan wanita … di sinilah makna pengorbanan akan menguji keikhlasan, pengabdian dan ketakwaan seseorang. Iedul Adha bukanlah berarti membeli surga dengan seekor kambing, atau moment tawar menawar dengan Tuhan untuk mencari keuntungan lain, Iedul Adha adalah ritual pengabdian yang harus di wujudkan dalam kehidupan sehari hari … bahwa kita hidup memiliki kesadaran sebagai hamba Allah yang harus mengabdi kepada-Nya. Bahwa Nilai duniawi ini adalah semu karena memang semuanya titipan-Nya. Disinilah kita mulai memaknai … sebuah pengakuan dari bibir kita .. ALLAHU AKBAR … "engkau maha Besar ya Allah" Selamat Iedul Adha 1429 H semoga pengorbanan kita adalah sebuah ketulusan yang kita panjatkan untuk-Nya …, dan semoga kedamaian di antara kita menjadi wujud kerendahan hati kita, …. kerendahan hati insan mutaqqin … Amin

idul adha 

Jambore Nasional30 November , 2008 12:24 pm

jati diri bangsa atau identitas diri bangsa adalah suatu tradisi yang telah melekat pada kehidupan sehari-hari bangsa kita, tentu dalam hal ini akan terkait dengan sebuah kebhinekaan yang beragam. Masing-masing suku memiliki ajaran etika yang membentuk jati diri bangsa tersebut. Pelajaran paling sederhana yang kita terima sejak kecil dari ibunda kita mungkin terlihat sepele, misalnya ketika salaman harus tangan kanan .. ketika melambai dadada… juga tangan kanan …ketika makan harus menggunakan tangan kanan dan sebagainya. Ibu akan marah melihat anaknya makan dengan tangan kiri … dan pasti kita di tegur dengan kata-kata tidak sopan.

Jati diri bangsa memang melekat dengan etika dan kesopanan, karena etika dan kesopanan akan membentuk kepribadian yang baik. lalu bagaimana semua itu saat ini terasa mulai luntur, coba kita perhatikan anak-anak sekarang … etika dan kesopanan nampaknya cenderung di abaikan. Kiprah keterbukaan informasi memang bagus, tetapi penyerapan informasi tanpa filter juga akan menjadikan sebuah informasi yang menyesatkan.

Buruknya tayangan TV seperti sinetron yang mengumbar kekerasan, ketidak sopanan adalah salah satu doktrin terselubung untuk menghancurkan jatidiri bangsa ini. Generasi bangsa ini menjadi asing ketika ditayangkan dalam tayangan elektronik, dan dampaknya justru terserap dalam kehidupan kita sehari-hari… sangat menyedihkan memang ….

Kita tidak perlu bertanya siapa yang harus bertanggung jawab, karena hati kecil atau nurani kita sendiri saja tidak kita perdulikan …. dan saat itulah akan bertambah luntur jati diri bangsa kita …

Kebangsaan, Nasionalisme27 November , 2008 12:01 pm

window

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1). Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia . Fadilah menuangkannya dalam bukunya berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It’s Time for the World to Change. Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung. "Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita," ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta , Kamis (21/2). Situs berita Australia , The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi. Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO. "Kegerahan itu saya tidak tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport , dan lain-lain. Coba kalau tidak ada kita sudah kaya," ujarnya. Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total sebanyak 2.000 buku. "Saat ini banyak yang meminta jadi dalam waktu dekat saya akan mencetak cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang mencari bicarakan dengan penerbitan besar," katanya. Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid kedua. "Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush," ujar menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini. Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoyang memintanya menarik buku dari peredaran. "Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia , sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris dijual," katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari peredaran. Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu. Mengubah Kebijakan Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia. Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun. Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005. Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung. "Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi, " tulis The Economist. The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu burung 2005 silam. Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung. Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen. Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO CC meminta sampel dikirim ke Hongkong? Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di Vietnam . Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus. Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung. Mereka mengambilnya dari Vietnam , negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi. Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak. Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin. Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC. Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico , AS. Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui. Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS. Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima . Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia? Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu. Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos , memujinya. Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia , yang konon telah ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon. Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil, transparan, dan setara. Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik dan membahayakan dunia. Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO di akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.

Kebangsaan, Nasionalisme21 October , 2008 5:28 pm

Masih ingat dengan 43 warga Papua yang melarikan diri dan meminta suaka ke negara tetangga Australia 3 tahun lalu, tepatnya akhir tahun 2005?. Ternyata dua diantaranya kembali ke tanah air, karena apa yang dialami di Australia tidak seperti yang dijanjikan sebelumnya. dari Merauke melaporkan, kedua peminta suaka ini telah tiba kembali ke tanah Air, kemarin. Yubel Kareni kembali ke Serui tempat asalnya dan Hana Gobay kembali ke Merauke. Keduanya diantar langsung oleh Konsul for Economic Affairs Kedubes Indonesia untuk Australia di Canberra, Jahar Gultom, Rabu ( 24/9) pagi kemarin, dengan menggunakan pesawat penerbangan komersial Merpati Aoba dari Jakarta. Yubel Kareni turun di Bandara Kaisiepo Biak untuk melanjutkan perjalannya ke Serui, sedangkan Hana Gobay turun di Bandara Mopah Merauke sekitar pukul 09.30 WIT.


welcome backSebelum pesawat mendarat di Bandara Mopah Merauke, keluarga Hana Gobay yang terdiri dari ayah ibunya, Alfons Gobay-Blastina Gobay, pamannya Haryanto Gobay, kakak kandungnya Maria Gobay dan Sopiah Dokopiah adik kandung dari ibu Hana Gobay sudah menunggu kedatangannya di Bandara Mopah Merauke.
Saat turun dari anak tangga pesawat, Hana Gobay yang mengenakan asesoris serba hitam, topi hitam, kaca mata hitam, jaket kaos warna hitam, celana hitam dan sepatu hak tinggi warna hitam, langsung disambut pelukan ibu dan kakak perempuannya Blastina Gobay-Maria Gobay dan tantenya Sopiah Dokopiah.
selanjutnya …

Jambore Nasional20 October , 2008 7:19 pm

JAKARTA - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengecam keras pembentukan kaukus parlemen internasional untuk mendukung kemerdekaan dan pemisahan Papua dari NKRI, yang diprakarsai 2 orang anggota parlemen Inggris 15 Oktober lalu. ‘’Komisi I DPR mengecam berbagai pihak asing yang mensponsori kampanye Papua keluar dari NKRI seperti yang dilakukan oleh anggota parlemen Inggris Andrew Smith dan Lord Harries dengan membentuk internasional Parlementarians for West Papua,'’ kata Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga yang didampingi Marzuki Darusman, dan Abdillah Toha saat jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Senin (20/10/2008).

redflagSelain itu, mengeluarkan 3 butir pernyataan mengenai hal ini: Pertama, pembentukan kakukus parlemen internasional tentang Papua tersebut yang bekerja sama dengan tokoh OPM Beny Wenda, yang saat ini masih berstatus buron karena terlibat berbagai aksi anarkis dan kriminal di Papua, jelas-jelas bertentangan dengan semangat kerja sama internasional antara anggota parlemen yang dilandasi prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

Perbuatan ini juga melanggar prinsip IPU (International Parliementary Union) yang tidak mentolerir upaya separatisme pemberontakan bersenjata. Kedua, mendesak pemerintah untuk secara lebih proaktif dan segera melakukan berbagai upaya termasuk melalui diplomasi untuk meyakinkan pihak-pihak internasional bahwa provinsi Papua merupakan bagian integral NKRI yang proses integrasinya telah berlangsung hampir 50 tahun melalui proses demokratis sesuai hukum internasional dan dibawah pengawasan PBB.

Saat ini rakyat Papua bersama seluruh rakyat Indonesia sedang bekerja keras membangun untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat, antara lain dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan,demokrasi, dan penghormatan/perlindungan HAM Ketiga, Indonesia senantiasa membuka diri bagi kerja sama internasional dalam pelaksanaan pembangunnan nasional, termasuk masukan, saran, dan kerja sama dalam membangun provinsi Papua dalam segala bidang. "Akan tetapi kami menolak berbagai upaya dari pihak-pihak termasuk pihak asing yang hendak memisahkan papua dari NKRI. Dalam hubungan ini komisi I mengharapkan kewaspadaan dan kegiatan proaktif seluruh perangkat KBRI diluar negeri, khususnya di Eropa untuk mengikuti perkembangan dan menyebarkan informasi objektif tentang otonomi khusus dan pembangunan di provinsi Papua yang didukung oleh seluruh masyarakat Papua," pungkasnya. (uky)

[sumber ; http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/20/1/155794/dukung-papua-merdeka-dpr-kecam-parlemen-inggris ]

Kebangsaan, Nasionalisme17 October , 2008 1:28 pm

beuaty of papuaLima orang ditahan di Nabire, Timika, Irian Jaya Barat, karena mengibarkan bendera Bintang Kejora milik Organisasi Papua Merdeka OPM. Kepada kantor berita AFP, Rianto Jatmono, kepala kepolisian resor Nabire mengatakan kelima orang itu diperiksa polisi. Kalau terbukti mengibarkan bendera mereka akan dijerat pasal makar terhadap negara. Menurut Frits Ramandey, ketua Komnas HAM Papua, pengibaran bendera Bintang Kejora itu selain merupakan protes juga berkaitan dengan agenda tertentu. Agenda apa yang berkait dengan pengibaran di Nabire? Lebih lanjut berikut Frits Ramandey, ketua Komnas HAM Papua. 
selanjutnya …

Jambore Nasional 1:10 pm

kaukus4papuaSIKAP : Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee ketika menandatangani pernyataan sikap menolak pelaksanaan Kaukus Parlemen Inggris, Senin (13/10) kemarin dikediamannya

JAYAPURA (PAPOS) –Komponen masyarakat Papua peduli NKRI, menolak dengan tegas pelaksanaan Kaucus Parlemen Inggris untuk perjuangan Papua Merdeka pada (15/10), dan rencana unjuk rasa pada 15-17 Oktober yang dinilai mengarah pada disintegrasi bangsa. Pernyataan sikap ini disampaikan Ketua Umum Barisan Merah Putih, Ramses Ohee, dihadapan ratusan masyarakat, Tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa maupun puluhan anggota TNI yang hadir di kediamannya, Senin (13/10) kemarin. Sementara itu, komponen masyarakat lainnya menyatakan sikap yang berbeda. Mereka mendukung peluncuran parlemen internasional untuk Papua Barat di London Inggris dengan akan menggelar aksi dukungan moril ke DPRP, yang direncanakan akan dilaksanakan, Kamis (16/10). Pernyataan dukungan ini, terungkap dalam talk show Review Pepera 1969 di aula STT IS Kijne Abepura, Senin (13/10) kemarin, yang dipadati ratusan pemuda, mahasiswa, serta masyarakat umum maupun saksi pelaksanaan Pepera 1969.

selanjutnya …

Next Page »